Puasa 2012:Timur Tengah Alami Suhu Terpanas

Gaza: Umat muslim yang berada di kawasan Maroko hingga Afganistan tampaknya akan
menghadapi puasa 2012 terberat dibandingkan 3 dekade sebelumnya.bulan puasa tahun ini,mereka harus
tidak makan dan minum selama 14 jam di waktu terpanas sepanjang tahun 2012 ini.Ujian lebih berat lagi
dialami daerah-daerah konflik seperti Irak,Pakistan,dan sebagian Gaza. Dengan suhu sekitar 40 derajat Celcius dan waktu siang yang terpanjang sepanjang tahun,


pemerintah setempat telah memperingatkan warganya. Warga Maroko mengatur ulang jam mereka,
sehingga mereka percaya waktu berbuka menjadi lebih cepat.Di Pakistan,pemerintah berjanji akan
mengurangi pemadaman tiap hari. Pemerintah dengan ibu kota Islamabad itu pun mengizinkan
pegawai negeri untuk pulang lebih cepat. "Tidak ada pilihan, kami memang harus menghadapi panas ini," ujar pekerja bangunan di Kota Gaza,
Jalal Qandil, 38 tahun. Ayah lima anak ini mengaku harus bekerja demi keluarganya. "Kalau aku tidak bekerja, kami tidak akan makan di bulan puasa ini, semoga Tuhan membantu kami," ujar dia lagi.

Beberapa pekerja mengaku tidak puasa dan Tuhan mengerti alasan mereka." Otoritas agama di Uni Emirat Arab mengizinkan para pekerja untuk tidak bekerja jika suhu melebihi 50
derajat Celcius.Dari Israel,pekerja jalanan bernama Umm al-Fahm mengaku terpaksa cuti selama
bulan puasa."Aku memilih cuti karena tidak bisa bekerja dan puasa dalam kondisi terik seperti
sekarang." Selama bulan puasa, organisasi nirlaba juga biasa menggelar bakti sosial. Awal pekan ini,
Organisasi Internasional Kristiani dan Yahudi dibawah pimpinan Rabbi Yechiel Eckstein
mendistribusikan sekitar 2.400 kupon makanan ke 2400 keluarga Arab.