Seorang Chef Tega Memasak Jasad Istrinya

Seorang Chef Tega Memasak Jasad Istrinya
Diposkan oleh:
LOS ANGELES (Reuters) - Seorang chef di kawasan Los Angeles dinyatakan bersalah atas tuduhan pembunuhan tingkat kedua. Ia mengatakan pada polisi bahwa ia mengikat dan membekap istrinya lalu panik saat si istri meninggal, dan kemudian ia memasak jasad istrinya selama empat hari dalam air mendidih. David Viens, 49, ditemukan bersalah oleh juri yang terdiri dari enam pria dan enam wanita di pengadilan tinggi Los Angeles setelah lima jam mengambil keputusan. Viens terancam vonis 15 tahun penjara sampai seumur hidup saat penentuan hukumannya November nanti. Dawn Marie Viens, 39, menghilang pada Oktober 2009. Jasadnya tak pernah ditemukan. Pasangan tersebut memiliki restauran di pinggiran Los Angeles, Lomita. David Viens diinterogasi oleh detektif di kantor sheriff Los Angeles soal kematian istrinya pada Maret 2011, saat memulihkan diri dari luka-luka akibat mencoba melompat dari tebing setinggi 24,3 meter dalam sebuah percobaan pembunuhan.
Dalam dua wawancara yang direkam, Viens mengatakan pada detektif bahwa dalam sebuah pertengkaran dengan istrinya, ia mengikat dan membekap istrinya dengan pita perekat dan tidur. Viens tak menjelaskan penyebab pertengkaran, dalam wawancara ia hanya mengatakan "sepertinya berhubungan dengan dia mencuri uang", menurut rekaman. Viens pun terbangun berjam-jam kemudian dan menemukan si istri meninggal. Ia panik dan memutuskan untuk menghilangkan jasad dengan merebusnya. Si juru masak menggambarkan dengan detail bagaimana ia meletakkan jenazah istrinya menghadap ke bawah dalam kuali besar dan membenamkannya dengan pemberat. "Dan saya hanya memasaknya perlahan, akhirnya saya memasak dia selama empat hari," katanya pada para detektif dalam satu dari dua rekaman yang diputar di pengadilan pekan lalu. Ia kemudian membiarkan ramuan jasad itu mendingin, "menyaringnya" kemudian membuang apa yang tersisa dalam tas plastik sampah bercampur dengan serpihan lain dan sampah rumah tangga. Saat pernyataan penutup kasus tersebut, jaksa mengatakan bahwa Dawn Viens kemungkinan meninggal karena sebab yang lebih kejam lagi, yaitu dicekik. Namun pengacara terdakwa mengatakan tidak ada bukti bahwa kematian Dawn karena kesengajaan dan mengatakan pernyataan Viens saat interogasi tak dapat dipercaya karena saat itu ia berada di bawah pengaruh obat pengurang rasa sakit.